Kelas 9

Bab 1

Semester I/GANJIL
Bab 1
EKONOMI
A. MENDENGARKAN
Menyimpulkan Isi Dialog Interaktif Beberapa Narasumber pada Tayangan Televisi Atau Siaran Radio
Kalian tentu pernah menyimak dan memahami dialog dari sebuah televisi/radio, bukan? Dalam dialog tersebut pasti termuat informasi yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan belajar kalian. Pada pembahasan ini, kita akan mengulas tema dan informasi dalam dialog interaktif dengan narasumber.
           Dalam kegiatan dialog interakif di televisi atau radio membahas masalah yang baru hangat dibicarakan orang atau berita yang aktual. Kehadiran narasumber sangat dinantikan oleh pendengar.
Ada dua sisi yang membuat dialog interaktif tersebut menjadi menarik bahkan menjadi favorit di antara stasiun televisi lainnya. Dua sisi tersebut adalah semakin aktual masalah yang diangkat, maka pendengar akan semakin banyak. Sisi yang kedua adalah narasumber yang digunakan merupakan pelaku sehingga mendekati objek masalah tersebut.
Dialog Interaktif adalah kegiatan bertanya jawab yang dilakukan oleh dua orang/lebih yang bertujuan untuk mendapatkan suatu informasi. Berdialog dengan narasumber dapat disebut juga sebagai kegiatan wawancara.
B. BERBICARA
Mengkritik Atau Memuji Berbagai Karya (Seni Atau Produk) Dengan Bahasa yang Lugas dan Santun
Sebuah karya sastra terdapat kelebihan dan kekurangan sehingga dengan mudah dapat membuat sebuah pernyataan yang berupa kritikan atau pujian. Sebuah kritikan muncul karena kelemahan sebuah karya seni. Dalam mengemukakan kritikan sebuah karya seni, menggunakan bahasa yang santun. Bahasa yang santun akan lebih sempurna apabila disertai dengan alasan yang masuk akal.
Pujian sebuah karya seni muncul karena kelebihan karya itu sendiri. Pujian dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu sebagai berikut.
1. Pendekatan intrinsik, yaitu menggunakan bentuk, gaya, dan membandingkan dengan karya sastra yang lain.
2.  Pendekatan ekstrinsik, yaitu menilai karya sastra dihubungkan dengan pembuat atau pembaca atau hal-hal yang berada di luar karya itu sendiri.
            Hal-hal yang dikritik atau dipuji dapat ditinjau dari berbagai segi antara lain kualitas dan kuantitas isi, ejaan, diksi, sistematika, harga dan penampilan fisik (penjilidan, ukuran, jenis kertas, dan lain-lain).
Contoh kritikan dan pujian:
Apabila siswa disuruh membaca novel "Tenggelamnya Kapal Vander Wick" , maka tanggapannya berbeda-beda:
Siswa 1      : Novel Tenggelamnya Kapal Vander Wick memang bagus ceritanya sesuai       dengan zaman sekarang.
Siswa 2         : Menurut saya, novel Tenggelamnya Kapal Vander Wick ceritanya berbelit-belit. Kalimatnya panjang-panjang dan menggunakan kosa kata yang sulit dipahami.
Tanggapan siswa 1 adalah memberi pujian, sedangkan siswa 2 memberi kritikan.
C. Membaca Sastra
Menemukan Tema, Latar, Penokohan pada Cerpen-Cerpen Dalam Satu Buku Kumpulan Cerpen 
            Cerpen merupakan ragam cerita rekaan. Cerpen mengisahkan sepenggal kehidupan manusia yang penuh pertikaian, mengharukan, menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan. Di dalam cerpen terdapat dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur pembangun cerita yang berasal dari dalam cerita seperti tema, penokohan, alur, latar, dan amanat. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur pembangun yang terdapat di luar cerita.
1.       Tema
Merupakan gagasan atau ide yang mendasari suatu karya sastra. Tema dinyatakan secara tersurat dan tersirat. Untuk dapar menemukan tema cerita, pembaca harus membaca dengan cermat dan teliti dengan cara menidentifikasi, menghubungkan, dan menafsirkan berbagai persoalan hidup yang ada dalam cerita tersebut.
2.       Latar atau Setting
Latar atau setting adalah waktu dan tempat serta keadaan sosial yang digunakan pengarang dalam menyusun cerita. Latar atau setting cerita terdiri atas latar tempat, latar waktu, dan latar suasana.
3.       Penokohan
Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan perwatakn tokoh atau pelaku. Pemberian watak atau karakter tokoh dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu penokohan langsung (analitik) dan penokohan tidak langsung (dramatik). Penokohan langsung yaitu pengarang langsung menyebutkan watak atau karakter toko. Misalnya, pengarang menyebutkan bahwa tokoh tersebut ramah, keras kepala, pemarah, sabar, dan lain-lain. Sedangkan penokohan tidak langsung (dramatik), yaitu pengarang menyebutkan watak atau karakter tokoh dengan tidak secara langsung, tetapi disampaikan melalui cara pilihan nama tokoh, melalui penggambaran fisik atau postur tubuh, dan melalui dialog.
 D. MENULIS SASTRA
Menuliskan Kembali Dengan kalimat Sendiri Cerita Pendek yang Pernah Dibaca
Menuliskan atau menceritakan kembali cerpen yang dibaca, harus membaca karya tersebut secara keseluruhan dan mengetahui secara jelas unsur-unsur cerita yang mencakup tema, tokoh, penokohan, alur, latar, dan sudut pandang pengarangnya.
Cara menuliskan kembali isi cerpen, yaitu dengan cara membaca cerpen dengan saksama, menentukan pokok-pokok peristiwa yang terdapat dalam cerpen, dan mengembangkan peristiwa-peristiwa tersebut menjadi sebuah cerpen dengan kalimat sendiri.
Dakan menulis kembali cerpen yang dibaca, kalian diberi kebebasan dan menentukan alurnya tetapi untuk tokoh, watak, latar, tema, pesan, dan sudut pandang sebaiknya tetap mengacu pada keaslian cerpen tersebut.
SOAL
1. Kegiatan bertanya jawab yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang bertujuan untuk mendapatkan suatu informasi disebut?.....
Jawaban          : Dialog interaktif
2. Dalam mengemukakan kritik sebuah karya seni, harus menggunakan bahasa yang?.....
Jawaban          : Santun
3. Cerpen merupakan ragam cerita?.....
Jawaban          : Rekaan
4. Gagasan atau ide yang mendasari suatu karya sastra disebut?.....
Jawaban          : Tema
5. Latar juga disebut?.....
Jawaban          : Setting
Sumber            : LKS BAHASA INDONESIA Untuk SMP/MTs hal 1-6
Bab 2
KOMUNIKASI
A. MENDENGARKAN
Mengomentasi Pendapat Narasumber Dalam Dialog Interaktif pada Tayangan Televisi Atau Siaran Radio
            Dalam era globalisasi saat ini, berbagai informasi dapat kalian akses dari berbagai sumber, di antaranya melewati tayangan dialog interaktif di televisi ataupun siaran radio dari ringkat lokal, nasional atau internasional. Dari dialog interaktif tersebut, kalian dapat memperoleh berbagai pendapat para narasumber tentang hal yang berhubungan dengan manusia dan kebutuhannya.
            Terkadang, saat mendengarkan dialog interaktif, kalian perlu memberikan komentar terhadap pendapat para narasumber. Oleh karena itu, kalian harus mampu menyampaikan komentar kalian dengan cara yang baik. Adapun cara memberikan komentar terhadap pendapat narasumber dalam dialog interakif, harus memperhatikan hal-hal berikut.
1.  Bahasa yang digunakan harus komunikatif
2.  Menggunakan kata dan kalimat yang baik dan lugas
3.  Komentar harus disertai alasan yang kuat dan contoh yang terdapat di masyarakat.
B. MENULIS
Meresensi Buku Pengetahuan
            Resensi berarti memberikan pertimbangan kelebihan dan kekurangan buku. Resensi ada yang mengartikan timbangan buku. Penulis resensi disebut resensator. Dalam meresendi tidak hanya sekedar mengceritakan isi buku tetapi kita meniliai secara kritis isi sebuah buku
            Resensi terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup. Bagian pendahuluan berisi informasi objektif tentang identitas buku yang diresensi meliputi judul buku, penulis, penerbit, tahun terbit, cetakan keberapa, dan tebal buku.
            Bagian isi resensi berupa iktisar isi buku atau gambaran keseluruhan isi buku, informasi, tentang latar belakang, dan tujuan penulisan buku. Bagian isi resensi mengulas gaya penulisan, perbandingan dengan buku lain yang bertema sama.
            Bagian penutup resensi menyampaikan penilaian kualitas isi buku, baik kelebihan maupun kekurangannya, memberia kritik atau saran kepada penulis dan penerbitnya, serta memberi pertimbangan kepada pada pembaca tentang perlu tidaknya buku tesebut dibaca atau dibeli.
Langkah-langkah membuat resensi, yaitu sebagai berikut.
- Membaca buku secara keseluruhan. Biasakan buku yang akan diresensi adalah buku yang baru terbit.
- Tulislah data atau identitas buku tersebut yang meliputi judul buku, nama penulis, nama penerbit, tebal buku, cetakan, dan tahun terbit.
- Memberi ikhtisar atau ringkasan buku yang akan diresensi
- Memberi penilaian terhadap buku tersebut dengan memadukan antara ikhtisar dengan pendapat pribadi.
Contoh resensi buku pengetahuan:
Judul buku                        : Bahasa, Sastra, dan Budi Darma (Kumpulan Esai)
Penulis                   : Budi Darma
Penerbit                 : J.P Books
Cetakan                 : 1 November 2007
Tebal                     : 242 halaman
C. MEMBACA
Menemukan Informasi Secara Cepat dan Tepat dari Indeks Buku Melalui Kegiatan Membaca Memindai
                Membaca memindai digunakan untuk menemukan informasi secara cepat dan tepat. Salah satu kegiatan dalam membaca memindai adalah menemukan informasi dari indeks buku.
            Indeks buku adalah daftar kata atau istilah penting yang terdapat dalam buku dilengkapi dengan nomor halaman. Indeks buku disusun menurut urutan abjad. Tidak semua buku memuat indeks buku sebab keberadaan indeks buku bukanlah suatu keharusan.
            Dengan membava indeks buku, kita dengan mudah dan cepat dapat menemukan informasi yang berhubungan dengan kata atau istilah yang digunakan dalam buku tersbut. Caranya yaitu dengan melihat nomor halaman yang tercantum dibelakang kata atau istilah
D. BERBICARA SASTRA
Menceritakan Kembali Secara Lisan Isi Cerpen
            Beberapa hal yang harus dilakukan untuk dapat menceritakan isi cerpen dengan baik, antara lain sebagai berikut.
1.      Membaca cerpen dan mengapresiasikannya.
Bacalah cerpen dengan cermat, ikuti kata demi kata, klaimat demi kalimat, paragraf demi paragraf dengan penghayatan yang sungguh-sungguh. Rasakan suasana batin tokoh yang terlibat didalamnya. Bayangkan dan rasakan suasana latar cerita tersebut. Ikuti jalinan cerita dari peristiwa satu keperistiwa lainnya.
2.      Menyusun kerangka pokok-pokok cerita.
Dari kerangka pokok-pokok cerita tersebut kembangkan menjadi sebuah cerpen dengan bahasa kalian sendiri.
3.      Ceritakan isi cerpen dengan lafal, intonasi, ekspresi, dan pilihan kata yang tepat sesuai isi cerita.
E. MENULIS SASTRA
Menuliskan Cerita Pendek Bertolak dari Perstiwa yang Pernah Dialami
            Setiap orang pernah mengalami peristiwa yang menyenangkan ataupun tidak menyenangkan. Peristiwa tersebut dapat dituangkan atau dijadikan dasar menjadi sebuah cerpen. Cerpen bisa terinspirasi dari kisah-kisah nyata dalam masyarakan dan bisa kisah yang dialami sendiri oleh pengarangnya. Kisah nyata yang dialami oleh pengarang diolah dengan cara ditambah, dikurangi, digabungkan, diubah pelakunya, diganti tempat kejadiannya atau cara yang lain sehingga menjadi fiksi yang menarik. Peristiwa yang layak untuk diceritakan yaitu peristiwa yang mampu memberikan surprise pada pikiran dan menimbulkan keharuan pada perasaan pihak penerima cerpen.
Langkah dalam menulis cerpen yang bertolak dari peristiwa yang dialami adalah sebagai berikut.
1. Memilih atau menentukan peristiwa yang dialami.
2. Membuat kerangka cerita atau pokok peristiwa.
3. Mengembangkan kerangka cerita menjadi cerita yang menarik.
SOAL
1. Memberikan komentar terhadap pendapat narasumber dalam dialog interaktif harus disertai alasan yang?...
Jawaban          : Kuat dan contoh yang terdapat dimasyarakat.
2. Resensi buku memberikan pertimbangan?...
Jawaban          : Kelebihan dan kekurangan buku
3. Penulis resensi disebut?...
Jawaban          : Resensator
4. Daftar kata atau istilah penting yang terdapat dalam buku dilengkapi dengan nomor halaman yang disebut?
Jawaban          : Indeks buku
5. Setiap orang pernah mengalami peristiwa yang menyenangkan ataupun?...
Jawaban          : Tidak menyenangkan.
Sumber            : LKS BAHASA INDONESIA Untuk SMP/MTs hal12-18
SEMESTER II/GENAP
BAB 1
KOMUNIKASI
A. MENDENGARKAN
Menyimpulkan Pesan Pidato
            Pidato adalah salah satu bentuk komunikasi yang dilakukan untuk menyampaikan berbagai informasi kepada khalayak ramai. Pidato dapat dilakukan dalam berbagai konteks keperluan, misalnya pidato kenegaraan, pidato politik, ceramah ilmiah, ceramah keagamaan, dan lain sebagainya.
            Tujuan dan amanat berpidato bermacam-macam, tergantung pada tema yang diangkat pada acara tersebut. Tujuan kegiatan pidato sebagai berikut.
1. Untuk menyampaikan informasi.
2. Untuk memberikan arahan, ajaran atau perintah.
3. Untuk memengaruhi orang lain.
4. Untuk menghibur.
            Mendengarkan pidato harus mampu menyimpulkan isi pesan yang terkandung dalam pidato. Pesan itu ada yang dinyatakan secara langsung dan tidak langsung. Pesan yang dinyatakan secara langsung dan tidak langsung. Pesan yang dinyatakan secara langsung dapat berbentuk ajakan atau imbauan, sedangkan pesan tidak langsung biasanya tersirat dalam suatu pernyataan.
            Isi pidato yang dicatat hanya berupa hal-hal yang penting. Misalnya, informasi atau pokok-pokok pikiran dari seorang tokoh. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memahami isi pidato sebagai berikut.
1. Konsentrasi
Konsentrasi merupakan hal pertama yang harus diperhatikan saat memahami pidato serta memberikan respons yang positif terhadap isi pidato.
2. Pemahaman Materi.
Memahami isi pidato akan mempermudah untuk menyimpulkan pesan yang disampaikan.
3. Membuat Catatan
Catatan akan memudahkan seseorang dalam mengingat pesan yang telah disampaikan oleh pembaca.
            Naskah pidato terdiri atas tiga bagian besar, yaitu pembukaan, isi (inti pidato), dan penutup. Oleh karena itu, sebelum melakukan kegiatan berpidato perlu dibuat sistematika naskah pidato yang benar yang terdiri atas tiga bagian tersebut. Susunan yang benar diawali dengan pembukaan, diikuti isi, dan diakhiri penutup. Dalam berpidato sebaiknya menggunakan bahasa yang efektif serta memperhatikan kejelasan vokal yang meliputi pelafalan dan intonasi. Ciri bahasa yang efektif sebagai berikut.
1. Mempunyai kesatuan gagasan
2. Memiliki kepaduan yang kompak
3. Menyampaikan gagasan secara masuk akal.
4. Menggunakan kata dan kalimat secara hemat.
5. Menggunakan penekanan secara tepat dan bervariasi.
B. BERBICARA
Berpidato dengan Intonasi yang Tepat
            Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pidato berarti pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditunjukan kepada orang banyak. Berpidato adalah kegiatan mengungkapkan pikiran secara lisan di hadapan orang banyak. Orang yang akan berpidato harus dapat menyesuaikan isi pidato dengan peristiwa dan sebagai apa orang tersebut berpidato. Hal tersebut dikarenakan pidato dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, di mana saja, dan dalam keadaan atau peristiwa apa saja. Salah satu tujuan berpidato adalah menyakinkan pendengar tentang isi pidato yang disampaikan. Agar pidato yang disampaikan dapat berjalan dengan lancar dan runtut, sebelumnya perlu disiapkan naskah pidato.
            Adapun teknik atau metode yang dapat digunakan dalam membawakan suatu pidato di depan umum sebagai berikut.
1.  Metode naskah, yaitu berpidato dengan menggunakan naskah yang telah dibuat sebelumnya dan umumnya dipakai pada pidato-pidato resmi.
2. Metode catatan kecil (ekstemporan), yaitu menuliskan topik-topik pokoknya yang dijabarkan dalam kerangka.
3. Metode menghafal (memoriter), yaitu membuat suatu rencana pidato lalu menghapalkannya kata per kata.
4. Metode serta merta (impromptu), yakni membawakan pidato tanpa persiapan dan hanya mengandalkan pengalaman dan wawasan. Biasanya dalam keadaan darurat tak terduga banyak menggunakan teknik serta merata.
            Secara garis besar naskah pidato terdiri atas tiga bagian, yaitu pembukaan, isi, dan penutup. Adapun struktur-struktur naskah pidato sebagai berikut.
1. Pembukaan
    Pembukaan teks pidato berisi hal-hal berikut.
            a. Salam pebuka
            b. Ucapan penghormatan
            c. Ucapan syukur
2. Isi Pidato
            Isi pidato adalah bagian inti dari suatu pidato, Pada bagian ini, paparan dari pembicaraan menduduki persentase yang paling banyak. Pembicara akan menguraikan secara inci dan panjang lebar inti materi yang akan disampaikan kepada hadirin
3. Penutup Pidato
            Penutup pidato yang baik akan menimbulkan rasa simpati dari pendengar. Penutup pidato dapat diisi dengan hal-hal berikut.
a.  Simpulan pendek dari uraian sebelumnya.
b.   Permintaan maaf kepada hadirin atas kekhilafan dan kesalahan yang mungkin terjadi, baik disengaja maupun yang tidak disengaja
c. Salam penutup
Dalam penutup dapat juga diisi dengan mengutip pendapat atau kata-kata mutiara dari tokoh-tokoh besar atau pantun yang sesuai dengan situasi saat itu.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar dapat menjadi orang yang ahli berpidato, yaitu sebagai berikut.
1. Intonasi Suara
            Intonasi sering disebut juga kalimat, yaitu ketepatan suara dalam menyampaikan isi pidato.
2. Artikulasi
            Artikulasi adalah ketepatan lafal atau pengucapan bunyi suatu tubuh.
3. Gerakan Tubuh
            Dalam berpidato tidak perlu berlebihan dalam menggunakan gerakan tubuh.
4. Pandangan Mata
            Pandangan mata menyiratkan kewibawaan dan penguasaan materi. Arahkan pandangan mata kepada hadirin.
5. Memilih Ungkapan yang Tepat untuk Berpidato
            Penggunaan ungkapan harus berhati-hati. Terlalu banyak menggunakan ungkapan dapat mengurangi kualitas pidato.
6. Penampilan
            Penampilan menjadi sesuatu yang penting. Gunakan pakaian yang rapi saat berpidato.
C. MEMBACA
Menemukan Gagasan dari Artikel dan Buku Melalui Membaca Eksternal
            Membaca eksternal adalah salah satu cara membaca dengan tujuan agar dapat menjangkau bahan bacaan secara luas. Membaca eksternal merupakan salah satu metode membaca yang dilakukan secara cepat dan sekilas dengan tujuan memahami gambaran isi buku secara umum. Teknin membaca eksternal dapat dilakukan dengan membaca secara cepat dan sekilas tanpa mengurangi pemahaman terhadap isi bacaan.
            Dengan demikian, akan diperoleh sebuah pemahaman yang cukup memadai mengenai sebuah topik atau permasalahan tertentu. Salah satu jenis membaca ekstensif, yaitu membaca sekilas (skimming). Jenis ini pun termasum membaca dalam hati. Caranya, mata bergerak cepat melihat dan memperhatikan bahan tertulis. Kecepatan gerakan mata ini berfungsi mencari informasi dan penjelasannya.
            Hal terpenting dari teknik membaca ekstensif, yaitu menemukan gagasan secara tepat. Oleh karena itu, diperlukan kecepatan dan ketetapan dalam membaca. Untuk itu pahami isi berita, jangan lupa memerhatikan prinsip ADIKSIMBA (Apa, Di mana, Siapa, Mengapa, Bagaimana).
            Artikel merupakan karya tulis yang terpublikasi di majalah maupun surat kabar. Di dalam setiap artikel terdapat pernyataan yang menjadi inti pembahasan. Inti pembahasan tersebut merupakan gagasan utama yang dirumuskan oleh penulis artikel. Penulis mengetengahkan sebuah masalah dan menawarkan gagasan, ide, dan pemikiran pemecahan masalah.
            Gagasan penting dapat diketahui melaui pokok pikiran atau hal yang dibicarakan dalam suatu paragraf. Letak gagasan penting dapat di awal, akhir, maupun seluruh kalimat. Bagi pembaca, gagasan penting tersebut bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menyimpulkan gagasan utama diperlukan ketelitian dalam membaca agar dapat memahami bacaan dengan baik.
D. MENULIS
Menulis Karta ilmiah Menggunakan Berbagai Sumber
            Menyampaikan buah pemikiran kepada orang lain dapat dilakukan melalui berbagai cara, baik secara lisan ataupun tertulis. Salah satu bentuk penyampaian secara tertulis adalah dengan menyusun karya tulis. Menulis karya tulis ilmiah harus didasarkan pada pendapat atau teori yang ada. Selain itu, karya tulis bisa juga merupakan suatu tulisan yang berisi hasil penelitian lapangan (kecil-kecilan).
            Oleh karena itu, isi sebuah karya tulis dapat berupa hasil pengamatan atau pemecahan masalah.
Karangan ilmiah mempunyai ciri sebagai berikut.
1. Fakta yang disajikan bersifat objektif.
2. Penyajiannya disusun secara logis dan sistematis.
3. Bahasa yang digunakan adalah ragam bahasa baku.
Adapun tahap-tahap penulisan karya tulis sebagai berikut.
1. Pemilihan naskah/pembatasan topik.
2. Pengumpulan bahan.
3. Penyusunan kerangka tulisan.
4. Pengembangan kerangka.
5. Memperbaiki isi
6. Memperbaiki bahasa
            Karya ilmiah memiliki sistematika penulisan yang lazim. Sebuah karya ilmiah terdiri atas dua bagian, yaitu bagian utama dan bagain penunjang.
1. Bagian Utama
            Bagian utama disebut tubuh karya ilmiah. Bagian utama karya ilmiah biasanya terdiri atas hal-hal berikut.
a. Pendahuluan
Fungsi pendahuluan adalah untuk menarik perhatian pembaca dan memberikan arahan terhadap masalah-masalah yang akan diuraikan. Bagian pendahuluan, antara lain berisi latar belakang masalah yang akan dibahas, tujuan penulisan, dan produser pemecahannya.
            b. Tubuh Karangan/Isi
Tubuh karangan merupakan bagian yang sangat esensial sebab dalam bagian ini terdapat semua masalah yang akan dijabarkan. Karena bab ini begitu penting, penyusunannya harus sistemaris, artinya beraturan dan konsisten.
            c. Penutup
            Penutup terdiri dari simpulan dan saran. Simpulan memuat hal-hal yang telah diuraikan pada bab isi, sedangkan saran berisi sesuatu yang hendak disampaikan kepada pihak-pihak tertentu berkenaan dengan materi pembahasan.
2. Bagian pelengkap
Bagian pelengkap terdiri atas hal-hal berikut ini.
            a. Lembar Judul
                        Lembar judul memuat judul, penulis, dan nama sekolah dalam satu halaman.
            b. Kata pengantar
Kata pengantar memuat puji syukur, ucapan terima kasih atas terselesaikannya karya ilmiah, dan gambaran singkat isi karangan serta harapan penulis.
            c. Daftar Isi
                        Daftar isi memuat kerangka karya ilmiah yang diserai halaman.
            d. Daftar Pustaka
Daftar pustaka memuat buku-buku yang digunakan sebagai sumber penulisan. Penulisan daftar pustaka harus diikuti tata tulis yang baku.
SOAL
1. Bentuk komunikasi yang dilakukan untuk menyampaikan berbagai informasi kepada khalayak ramai disebut?...
Jawaban          : Pidato
2. Pesan yang dinyatakan secara langsung dapat berbentuk?...
Jawaban          : Ajakan dan Imbuan.
3. Teknik berpidato yang menuliskan topik-topik pokoknya yang dijabarkan dalam kerangka disebut?...
Jawaban          : Metode catatan kecil (Ekstemporan).
4. Teknik membaca ekstensif dapat dilakukan dengan mambaca secara?...
Jawaban          : Cepat dan sekilas mengurangi pemahaman terhadap isi bacaan.
5. Bahasa yang digunakan dalam karangan ilmiah adalah?...
Jawaban          : Bahasa baku

Sumber                        : LKS Bahasa Indonesia Untuk SMP/MTs Semester 2 hal 3-8
Bab 2
LINGKUNGAN
 
A. MENDENGARKAN
Memberi Komentar tentang Isi Pidato
            Pidato merupkan kegiatan menyampaikan pesan dari orang yang satu kepada pihak lain. Pesan yang disampaikan bermacam-macam, tergantung pada tema yang diangkat pada acara tersebut. Kegiatan memberi komentar terhadap isi pidato berkaitan erat dengan kemampuan untuk mengetahui maksud pidato tersebut. Komentar yang disampaikan dapat secara lisan maupun tertulis.
            Hal pertana yang dilakukan sebelum memberikan komentar tentang isi pidato adalah mendengarkan dengan saksama pidato yang disampaikan, memahami, dan merangkum isi pidato sehingga pada akhirnya akan mampu untuk memberikan komentar dan penilaian pidato yang sedang didengar. Mengomentari pidato berarti mengulas ataupun memberikan tanggapan tentang isi pidato yang disampaikan dengan maksud untuk menilai, menerangkan, atau menjelaskan. Komentar dapat disampaikan secara lisan ataupun tertulis. Dalam memberikan komentar sebaiknya menggunakan bahasa yang lugas dan santun.
Beberapa hal yang perlu dilakukan pada saat menyimak pidato sebagai berikut.
1. Menyimak isi pidato dari awal sampai akhir. Hal ini dilakukan agar penyimak dapat menangkap keseluruhan gagasan, pendapat, atau pesan yang disampaikan pembicara.
2. Menyimak isi pidato dengan cermat dan teliti. Bila perlu, penyimak dapat mencatat hal-hal penting yang disampaikan dalam pidato. Hal tersebut dilakukan untuk membantu penyimak mengingat kembali gagasan, pendapat, dan pesan yang disampaikan dalam pidato.
3. Dengan menyimak pidato secara cermat, diharapkan penyimak pidato dapat memahami isi pidato sehingga dapat memberikan komentar terhadap gagasan, pendapat, dan pesan pidato.
            Hal-hal yang perlu dicatat saat menyimak atau mendengarkan pidato, di antaranya identitas pidato dan isi pidato. Identitas pidato meliputi tema, pembicara, tanggal, pukul, tempat, dan acara. Isi pidato yang dicatat hanya berupa hal-hal yang penting. Misalnya, informasi atau pokok-pokok pikiran dari seorang tokoh.
            Kegiatan memberikan komentar berarti memberikan tanggapan atas suatu gagasan, pendapatm dan pesan yang disampaikan oleh orang lain. Oleh karen itu, komentar yang diberikan hendaknya mudah dipahami dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Selain itu, komentar yang di berikan harus disertai dengan alasan yang logis dan menyakinkan. Hal-hal yang perlu diperhatikan agar komentar dapat dipahami dengan baik sebagai berikut.
1. Komentar dikemukakan dalam uraian yang tersusun dengan baik.
2. Komentar harus terarah pada sasaran yang diinginkan, jelas, menarik, dan menyakinkan.
3. Kalimat dan pilihan kata yang digunakan hendaknya tepat dan mudah dipahami.
4. Bila perlu, komentar dapat dilengkapi dengan fakta yang relevan.
B.BERBICARA
Menerapkan Prinsip-Prinsip Diskusi
            Diskusi merupakan kegiatan bertukar pikiran antara dua orang atau lebih. Diskusi juga biasa disebut dengan percakapan terpimpin. Tujuan diskusi adalah untuk mencari pemecahan masalah menampung pencapat, pandangan, dan saran dari peserta diskusi. Berikut hal-hal penting yang memengaruhi keberhasilan kegiatan diskusi.
1. Perangkat Diskusi
Perangkat diskusi terdidi sebagai berikut
a. Moderator atau Pempimpin Diskusi
Tugas seorang moderator sebagai berikut.
1) Membuka diskusi
2) Menjelaskan latar belakang masalah, maksud pembahasan, tema, dan tujuan diskusi.
3) Mengarahkan jalannya diskusi sehingga proses tanya jawab dapat berlangsung dengan baik
4) Membuat rangkuman dan menyimpulkan diskusi
            5) Menutup diskusi.
b. Notulis
            Notulis adalah orang yang membuat notulen atau catatan singkat mengenai jalannya diskusi serta hal yang dibicarakan dan diputuskan. Notulis bertugas mencatat hal-hal penting selama jalannya diskusi seperti pendapat, usulan, dan keputusan hasil diskusi.
c. Peyaji dan Narasumber
            Adapun tugas narasumber sebagai berikut.
            1) Menyiapkan bahan atau materi sebagai berikut
            2) Menyampaikan materi kepada peserta diskusi
            3) Menjawab pertanyaan dan tanggapan dari peserta diskusi.
d. Peserta Diskusi
            Peserta diskusi dapat menyampaikan pendapat dengan memerhatikan beberapa hal sabagai berikut.
            1) Menyampaikan pendapat dengan jelas dan lancar.
            2) Memberikan alasan, fakta atau contoh yang logis sebagai penunjang.
            3) Menggunakan bahasa yang sopan.
2. Memberikan Argumen yang Logis dalam Berpendapat
            Diskusi bertujuan untuk mencari pemecahan atas suatu masalah. Dalam mencari pemecahan masalah dilakukan dengan meramu berbagai pendapat dari peserta diskusi. Berikanlah argumen untuk mengatasi masalah dengan memberikan alasan yang dapat diterima akal oleh semua pihak.
3. Tidak Ada Pemenang dalam Diskusi
            Akhir dari sebuah diskusi bukanlah siapa yang menang dan siapa yang kalah, melainkan hasilnya berupa sebuah simpulan untuk mengatasi sebuah permasalahan yang didiskusikan. Simpulan dari diskusi merupakan simpulan bersama.
            Pada diskusi, seringkali terdapat perbedaan pendapat dalam pemecahan suatu masalah. Penolakan atau penyanggahan pendapat orang lain harus disertai alasan yang logis yang menguatkan pendapat atau penyanggahan tersebut. Etika menyanggah atau menolak pendapat sebagai berikut.
            1) Sampaikan sanggahan itu sesuai pokok permasalahan dan disertai alasan yang logis.
2) Dalam menyanggah, gunakan  bahasa yang sopan dan halus
3) Sampaikan sanggahan pada waktu yang tepat dan jangan memotong pembicaraan orang yang sedang aktif berbicara
4) Hormatilah pendapat orang lain meskipun berbeda dengan gagasan atau pendapat kita.
C. MEMBACA
MEMBACA INTENSIFGRAFIK, TABEL, dan Bagan
            Membaca intensif adalah membaca yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, teliti, dan mendalam tentang suatu hal dengan tujuan memahami isi bacaan secara utuh. Untuk dapat memahami grafik, tabel, atau bagan dalam teks bacaan, pembaca harus mencermati, menbandingkan, dan menganalisis secara detail bagian-bagian grafik, tabel, atau bagan yang ada dalam teks tersebut, lalu menyimpulkannya. Oleh karena itu pembaca harus membahasakannnya dalam bentuk uraian atau penjelasan.
            Tabel, grafik, dan bagan merupakan salah satu bentuk penyampaian informasi yang biasanya membuat hal berkaitan dengan angka, urutan atau tingkatan secara periodik, perbandingan. Serta data-data dalam ruang lingkup dan waktu tertentu.
            Tabel adalah daftar berisi ikhtisar sejumlah (besar) data informasi, biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem, urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu dan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah dipahami. Sedangkan grafik adalah lukisan atau gambar pasang surutnya suatu keadaan dengan garis atau gambar yang menerangkan naik turunnya suatu hasil kerja statistik. Bentuk grafuj adalah beberapa jenis, yaitu grafik batang, grafik garis, dan grafik lingkaran. Bagan adalah skema tentang urutan sesuatu.
D. MENULIS
Menulis Teks Pidato
Menulis naskah pidato pada hakikatnya adalah menuangkan gagasan ke adalam bentuk bahasa tulis yang siap dilisankan. Secara umum, kerangka teks pidato dapat dijabarkan sebagai berikut.
A. Salam Pembuka
            Salam pembuka bertujuan untuk menjalin komunikasi awal dengan pendengar. Salam yang umum disampaikan, misalnya assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang, selamat pagi, dan salam sejahtera. Pilihan salam tentu saja dengan memerhatikan sifat pertemuan dan latar belakang sosial dan keyakinan para pendengar.
B. Sapaan
            Sapaan merupakan penyebutan kepada semua orang yang hadir dalam sebuah acara Lazimnya, penyebutan awal ditujukan kepada orang yang memiliki jabatan atau status soasial yang tertinggi, dilanjutkan pihak-pihak di bawahnya, hingga seluruh pendengar disebutkan.
Contoh:
            Bapak Kepala Desa Karangjati yang saya hormati, Bapak-bapak Kepala Dusun yang saya hormati, Para Ketua RT yang saya hormati, serta segenap warga RT I sampai V yang saya hormati pula.
C. Introduksi
            Introduksi atau pendahuluan pidato bisa berisi latar belakang acara, permasalahan yang disampaikan, tujuan yang ingin dicapai
Contoh            :
            Kita berkumpul disini sebagai bentuk reaksi dan keprihatinan atas ulah para pemuda di wilayah kita yang semakin jauh dari harapan orang-orang tua. Kita pasti sepakat, melalui rembuk ini, mudah-mudahan dicapai sebuah solusi untuk membendung perilaku para pemuda di daerah kita ini.
D. Isi Pidato
            Isi pidato merupakan uruian lebih lanjut atas permasalahan atau gagasan yang disampaikan di bagian introduksi.
Contoh:
            Pada pertemuan tingkat RT, dari tiap-tiap RT telah menyusun daftar persoalan yang kira-kira menjadi penyebab para remaja dan pemuda tidak lagi memiliki semangat untuk membangun daerahnya. Dalam pertemuan ini juga kita telah mempunyai kiat-kiat yang bisa kita terapkan…
E. Penutup
            Alinea penutup merupakan kesimpulan dan harapan-harapan yang diinginkan dari masalah/gagasan yang diutarakan.
Contoh:
            Jalan kaki merupakan olahraga yang sehat dan murah. Oleh karena itu, olahraga ini sebaiknya kita jalankan secara rutin. Bapak/Ibu yang saya hormati, demikian akhir pidato saya. Jika ada perkataan saya yang kurang berkenan dihati, saya mohon maaf.
F. Salam Penutup
            Sebagaimana di awal pidato, salam penutup berisi tentang ucapan terima kasih dan penghormatan kepada para pendengar.
Contoh:
            Terima kasih atas perhatian hadirin dan mohon maaf atas kesalahan yang saya sengaja maupun tidak saya  sengaja.
Wassalamuualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat siang, selamat pagi, salam sejahtera.
Berikut ini langkah-langkah yang harus kalian perhatikan dalam menyusun naskah pidato.
1. Menentukan Tujuan pidato
            Tujuan pidato bermacam-macam, antara lain untuk memotivasi, melakukan tindakan, memberitahukan (instruktif), menghibur (rekreatif), atau membujuk pendengar (persuasif).
2. Menganalisis Pendengar
            Menganalisis pendengar ini didasarkan pada tingkat usia, pendidikannya, dan pekerjaannya.
3. Menyusun Kerangka Pidato
            Untuk menyampaikan suatu masalah, kerangka pidato harus dibuat dengan urutan berdasarkan penyelesaian masalah. Kerangka pidato atau sistematika disusun agar naskah pidato yang kita buat bisa runtut. Kerangka tersebut meliputi:
a) Salam pembuka;
b) Pengantar dan pendahuluan;
c) Isi pidato;
d) Kesimpulan atau harapan;
e) Salam penutup.
4. Mengembangkan Kerangka Menjadi Naskah Lengkap
            Pengembangan kerangka dilakukan dengan menguraikan pokok-pokok masalah pada kerangka karangan menjadi kalimat-kalimat ke paragraf-paragraf.
SOAL
1. Kegiatan menyampaikan pesan dari orang yang satu kepada pihak lain disebut?...
Jawaban          : Pidato
2. Kegiatan bertukar pikiran antara dua orang atau lebih disebut?...
Jawaban          : Diskusi
3. Diskusi bertujuan untuk mencari?...
Jawaban          : Pemecahan atas suatu masalah
4. Membaca yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, teliti, dan mendalam tentang suatu hal dengan tujuan memahami isi bacaan secara utuh disebut?...
Jawaban          : Membaca intensif
5. Bagan adalah?...
Jawaban          : Skema tentang urutan sesuatu.

Sumber            : LKS Bahasa Indonesia Untuk SMP/MTs Semester 2 Hal15-20

1 komentar: